Cloud Security Cloud Service IBM Hybrid IT Infrastructure 17 June 2019

Strategi Multicloud vs One-Size-Fits-All

Newsletter_Multicloud_OneSizeFitsAll

Ketika era cloud computing dimulai, satu cloud terlihat cocok untuk semua fungsi yang dibutuhkan. Perusahaan memindahkan aplikasi ke public cloud untuk mengurangi biaya dan meningkatkan skalabilitas. Satu dekade telah berlalu dan industri telah berevolusi.

 

Perusahaan mulai mengubah strategi mereka dari single cloud menjadi multicloud. Banyak aplikasi yang sudah berjalan dengan baik di cloud, tetapi untuk mengikuti perkembangan bisnis dan meningkatkan keamanan, perusahaan mulai mengevaluasi aplikasi yang memiliki data sensitif dan berperan penting dalam operasional bisnis.

 

Single Cloud menjadi Multicloud

 

Perusahaan yang bergantung pada satu penyedia cloud akan lebih rentan terhadap resiko karena terbatasnya fungsi yang bisa disediakan penyedia layanan cloud. Strategi multicloud yang dipersonalisasi  menggunakan pendekatan menggunakan beberapa penyedia layanan cloud dimana masing-masing penyedia layanan cloud menyediakan layanan yang unik sesuai kebutuhan konsumen.

 

Tantangan Multicloud

 

Penggunaan multicloud perlu direncanakan untuk mendapatkan hasil optimal. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika menggunakan multicloud:

 

  • Visibility

    Lingkungan multicloud lebih kompleks sehingga untuk memberikan pengalaman pengguna yang konsisten, perusahaan perlu memiliki visibility kinerja aplikasi diberbagai layanan cloud yang digunakan. Visibility yang dibutuhkan antara lain untuk memanage berbagai APIs, aturan hak akses, prosedur backup & restore, serta RTO (Recovery Time Objectives) & RPO (Recovery Point Objectives).

  • Manajemen Biaya

    Perusahaan perlu memanage service-level agreement (SLA) yang berbeda. Setiap penyedia layanan cloud memiliki aturan yang berbeda untuk proses migrasi, akses, dan export data.

  • Workflow

    Perusahaan perlu memetakan kebutuhan layanan bisnis & portofolio yang dimiliki dan memahami kebutuhan untuk setiap workflow yang ada. Dari sisi teknikal, tim cloud deployment perlu memahami cara memanage berbagai aplikasi yang berjalan di infrastruktur yang berbeda. Tim teknikal harus mampu mengintegrasikan aplikasi ini tanpa masalah seperti traffic latency.

  • Kontrak Kerja Sama

    Perusahaan perlu mempertimbangkan reliability, performance, dan cara menangani kompleksitas ketika mengevaluasi penyedia layanan cloud.

 

PT Mitra Integrasi Informatika Berkolaborasi dengan IBM

 

 

Disadur dan diperbarui dari:

Sahota, P. (2018, October 30). Why a multicloud strategy beats a one-size-fits-all cloud approach. Retrieved April 19, 2019, from IBM Cloud Computing News: https://www.ibm.com/blogs/cloud-computing/2018/10/30/why-a-multicloud-strategy-beats-a-one-size-fits-all-cloud-approach/

 

Recent Article

Newsletter_Multicloud_OneSizeFitsAll
17 Jun 2019

Strategi Multicloud vs One-Size-Fits-All

Cloud merupakan salah satu solusi yang mengakselerasi tranformasi digital perusahaan. Seiring dengan semakin banyaknya provider cloud, strategi multicloud mulai dipertimbangkan untuk mengoptimalkan penggunaan cloud. Apa saja yang menjadi pertimbangan menggunakan multicloud atau single cloud? 

Read More