Digital Workspace Hybrid IT Infrastructure Cloud Service 02 September 2019

Akselerasi Bisnis dengan Hybrid Cloud

20190902_McKInseyHybridCloud

Pada musim semi 2019, McKinsey melakukan riset mengenai tantangan yang dihadapi perusahaan dalam modernisasi infrastruktur IT. McKinsey melakukan wawancara dengan pemimpin teknologi dari 52 perusahaan dengan detail responden berasal dari 17 industri dengan ruang lingkup operasi global, 78% bekerja pada perusahaan dengan lebih dari 5000 karyawan, dan 44% bekerja pada perusahaan dengan annual revenues lebih dari 10 milyar USD.

 

Hasil riset menunjukkan 71% CEO dari berbagai industri memiliki prioritas utama, yaitu mempercepat pertumbuhan bisnis, mempersingkat waktu produk sampai di market, dan inovasi. Chief Information Officers (CIOs) menyadari kecepatan akselerasi bisnis bergantung pada keputusan yang mereka ambil.

 

20190902_Grafik Riset

 

CIOs melihat modernisasi IT seperti migrasi ke cloud, menggunakan arsitektur aplikasi baru, dan membangun layanan berbasis cloud dapat mempercepat akselerasi perusahaan. Cloud mendominasi peran dalan modernisasi arsitektur IT. Hal ini dibuktikan dari hasil survei yang menunjukkan 50% workload saat ini berjalan pada platform cloud. Diperkirakan pada tahun 2022, workload aplikasi yang berjalan pada platform cloud meningkat hingga 75%.

 

Namun, modernisasi IT perlu dikombinasikan dengan pendekatan organisasi seperti pola pikir transformasional untuk memberikan nilai tambah untuk bisnis misalnya dengan mengadopsi proses agile, mengotomasi aturan, dan meningkatkan kemampuan karyawan. Secara garis besar pendekatan organisasi untuk mengoptimalkan modernisasi infrastruktur IT dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu people, processes, dan policies.

 

People

Perusahaan telah memiliki tim IT dengan spesialisasi dibidangnya. Untuk mengoptimalkan akselerasi bisnis, pengetahuan tim IT perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan tim IT dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan dan membuat peran baru seperti site reliability engineers, full-stack engineers, dan data scientist.

 

Perusahaan juga dapat menyederhanakan struktur tim IT. Penyederhanaan struktur tim IT dilakukan dengan memindahkan peran tim IT dari structured tasks menjadi berbasis solusi. Perubahan peran IT ini bertujuan agar tim IT dapat bekerja lebih efektif dengan menggunakan IT management tools yang membantu mengotomasi pekerjaan rutin mereka.

 

Process

Tim IT lebih difokuskan pada customer-centric journeys dibandingkan proses yang fokus pada produk/jasa. Tim IT diharapkan mulai mengadopsi metode DevOps dan self-service dalam mengembangkan solusi. Dengan mengadopsi metode DevOps, tim IT lebih agile untuk menggunakan resource sesuai kebutuhan serta koordinasi berbagai fungsi IT yang lebih transparan.

 

Policies

Perusahaan biasanya memiliki aturan terkait dengan keamanan, akes informasi, dan manajemen data. Aturan ini biasanya dipaksakan sehingga meningkatkan biaya compliance dan mengurangi efektifitasnya. Kondisi ini menyebabkan kesulitan untuk menjaga konsistensi pada lingkungan yang ada dan menerapkan aturan baru di lingkungan baru.  Waktu respon yang lambat untuk aturan internal dan eksternal dapat meningkatkan resiko bisnis.

 

Perusahaan dapat menggunakan teknologi untuk mengotomasi distribusi dan monitoring aturan. Aturan standard yang dapat diterapkan pada lingkungan hybrid (on-premise dan cloud) memungkinkan penerapan compliance dengan biaya yang lebih rendah.

 

 

Secara keseluruhan, perusahaan yang mentransformasi cara kerja mereka di lingkungan hybrid akan memiliki kesempatan untuk mengakselerasi bisnis.

 

 

Referensi:

Elumalai, A., & Roberts, R. (2019, August). Unlocking business acceleration in a hybrid cloud world. Retrieved September 2, 2019, from https://www.mckinsey.com: https://www.mckinsey.com/business-functions/digital-mckinsey/our-insights/unlocking-business-acceleration-in-a-hybrid-cloud-world

Recent Article

20190902_McKInseyHybridCloud
02 Sep 2019

Akselerasi Bisnis dengan Hybrid Cloud

Pada musim semi 2019, McKinsey melakukan riset mengenai tantangan yang dihadapi perusahaan dalam modernisasi infrastruktur IT dan hasilnya menunjukkan 71% CEO mengharapkan agility dan kualitas dalam memenuhi kebutuhan konsumen.Kedua hal ini bisa dicapai dengan evaluasi infrastruktur, cara kerja aplikasi, dan dikombinasikan dengan penggunaan platform cloud.

Read More