Hybrid IT Infrastructure Information Technology HPE 01 October 2019

Strategi Jitu Efisiensi IT Untuk Perusahaan Midsize Supaya Tidak Kalah Saing

20190930_Newsletter_EventHPEGreenlake

Pada era ekonomi digital, kompetisi semakin keras dan sumber daya semakin terbatas.

Pemilihan dan implementasi teknologi yang tepat dapat mempengaruhi kinerja bisnis.

Secara garis besar, bisnis dapat dikelompokkan menjadi start up, midsize, dan enterprise.

Perusahaan start up menawarkan solusi bersifat disruptif (out of the box) untuk memenangkan pasar (market), perusahaan enterprise memiliki sumber daya dan market yang matang, lalu bagaimanakah perusahaan midsize dapat bertahan dalam persaingan ini ?

 

Menurut riset Techaisle, perusahaan midsize memiliki sumber daya IT terbatas.

Rata-rata perusahaan midsize memiliki 13 orang staf IT yang setara dengan 1/20 staf IT perusahaan enterprise. 80% perusahaan midsize mengharapkan staf IT lebih banyak berinovasi meskipun dengan  keterbatasan staf yang dimiliki.

 

Namun pada praktiknya, 79% staf IT pada perusahaan midsize disibukkan dengan support dan maintenance. Staf IT tidak memiliki waktu untuk berinovasi mendukung perkembangan bisnis perusahaan.

 

Layanan IT sesuai kebutuhan (as-a-service) merupakan solusi alternative yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan midsize untuk memperoleh akses ke lingkungan best practice hybrid cloud (on-premise, cloud, edge). Layanan IT sesuai kebutuhan (as-a-service) memungkinkan infrastruktur disesuaikan sesuai kebutuhan dengan tim IT. Layanan IT sesuai kebutuhan (as-a-service) dikenal juga sebagai IT Consumption Model.

 

 

Menyeimbangkan Biaya, Efisiensi, dan Produktivitas

 

Ketika membeli infrastruktur local (on-premise), spefisikasi hardware biasanya dipilih sesuai workload saat ini dan prediksi workload beberapa tahun ke depan. Hal ini menyebabkan diawal pemakaian, infrastruktur IT tidak beroperasi 100%. Pada IT Consumption Model, infrastruktur IT digunakan sesuai kebutuhan dan memiliki potensi efisiensi hingga 30%.

 

 

Meminimalkan Biaya Migrasi dan Kompleksitas Infrastruktur

 

IT consumption model memungkinkan upgrade teknologi dengan cepat dan mudah ketika sistem lama sudah tidak dapat mengikuti perkembangan bisnis. Pada saat dibutuhkan kapasitas server lebih besar secara cepat, perusahaan dapat memilih memindahkan semua atau sebagian workload dari on premise ke cloud . Hal ini dimungkinkan dengan mengadopsi teknologi Hybrid IT Infrastructure, mengelola infrastructure on premise dan cloud secara bersamaan, dengan penggunaan dan beban biaya sesuai pemakaian.

 

Kesimpulan

 

Perusahaan midsize dapat mengefisiensikan IT dengan memaksimalkan penggunaan staf, budget, dan pengelolaan infrastruktur. Perusahaan midsize perlu mempertimbangkan pemanfaatan infrastruktur on premise dan cloud, atau istilah lainnya hybrid infrastructure untuk mengantisipasi volume workload organisasi yang semakin berkembang dan kebutuhan organisasi dalam melakukan efisiensi biaya capex dan opex.

 

 

PT. Mitra Integrasi Informatika Berkolaborasi dengan HPE

 

 

Disadur dan diperbarui dari:

  • Rand, D. (2019, June 12). How midsize companies can ensure IT efficiency. Retrieved September 27, 2019, from https://www.hpe.com: https://www.hpe.com/us/en/insights/articles/how-midsize-companies-can-ensure-it-efficiency-1906.htm

Recent Article

20190930_Newsletter_EventHPEGreenlake
01 Oct 2019

Strategi Jitu Efisiensi IT Untuk Perusahaan Midsize Supaya Tidak Kalah Saing

Pada era ekonomi digital, kompetisi semakin keras dan sumber daya semakin terbatas. Pemilihan dan implementasi teknologi yang tepat dapat mempengaruhi kinerja bisnis. Secara garis besar, bisnis dapat dikelompokkan menjadi start up, midsize, dan enterprise. Perusahaan start up menawarkan solusi bersifat disruptif (out of the box) untuk memenangkan pasar (market), perusahaan enterprise memiliki sumber daya dan market yang matang, lalu bagaimanakah perusahaan midsize dapat bertahan dalam persaingan ini ?

Read More