23 November 2018

Supply Chain Agility

SCA

Apakah Anda mengenal konsep Supply Chain ?

 

Supply Chain merupakan hubungan kerjasama antara perusahaan dengan rekanan penyedia pasokan dalam memproduksi dan mendistribusikan suatu produk. Supply Chain merupakan rangkaian tahapan kerja mulai dari pengadaan, produksi, hingga pendistribusian sampai barang diterima oleh konsumen.

 

Supply Chain merupakan proses yang memegang peranan penting, karena menanggung beban biaya yang besar. Optimalisasi Supply Chain akan memberikan manfaat kepada perusahaan berupa penurunan harga pokok barang dan percepatan proses produksi.

 

Bagaimana dengan konsep Supply Chain Agility?

 

Supply Chain Agility merupakan kemampuan / kegesitan / ketangkasan proses supply chain untuk beradaptasi dalam menghadapi disrupsi, perubahan pasar, keinginan pelanggan, memperbaiki daya saing dengan produk sejenis, dan sebagainya. Karakteristik lingkungan bisnis saat ini adalah siklus hidup (lifecycle) produk lebih pendek dan tingkat ketidakpastian permintaan pelanggan. Supply Chain Agility merupakan konsep penting bagi organisasi dalam menghadapi lingkungan bisnis yang tidak pasti dan terus berubah.

 

Supply Chain Agility di dalam bisnis dapat diasosiasikan dengan konsep agility pada bidang olahraga dan militer. Atlet olahraga dan militer dalam perang harus cepat tanggap dalam ketidakpastian dan perubahan. Para pengamat ekonomi telah melakukan survey dan menyimpulkan lima komponen agility yang terdapat di dalam bidang olahraga, militer, dan supply chain, yaitu kewaspadaan, kemampuan akses, ketegasan, kecepatan, dan fleksibilitas.

 

Kewaspadaan

 

Kewaspadaan merupakan kemampuan untuk mendeteksi perubahan, kesempatan, dan ancaman dengan cepat. Konsep agility di bidang olahraga dijelaskan sebagai kemampuan altet untuk mengubah gerakan dan arah tubuh sesuai dengan kondisi permainan. Sementara di bidang militer, konsep agility dijelaskan sebagai kondisi dimana tentara harus manganalisa lingkungan dan beradaptasi dengan medan perang.

 

Konsep Agility ini juga berlaku dalam bisnis. Sebelum bisnis dapat merespon perubahan, perubahan tersebut harus dikenali terlebih dahulu. Perusahaan harus dapat melihat tren pasar, mendengarkan masukan konsumen, bertukar informasi dengan rekanan pemasok (supplier), memonitor permintaan barang, dan mendeteksi potensi disrupsi (baik bencana alam maupun kesalahan manusia).

 

Kemampuan Akses

 

Aksesibilitas merupakan kemampuan untuk mengakses data relevan secara cepat. Ketika perusahaan memiliki kewaspadaan untuk mendeteksi perubahan, perusahaan harus dapat mengakses data revelan secara cepat, supaya dapat mengambil keputusan atas tindakan. Akses informasi di dalam proses Supply Chain merupakan syarat utama Supply Chain Agility. Minimal, anggota Supply Chain memiliki informasi permintaan, inventori, dan produksi secara real-time. Hal ini merupakan tantangan untuk dicapai perusahaan karena membutuhkan upaya untuk menggabungkan data dari berbagai sumber, perusahaan, wilayah, dan periode waktu.

 

Ketegasan

 

Ketegasan merupakan kemampuan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia. Supply Chain Agility menuntut bisnis untuk mendeteksi ancaman dan peluang yang ada, kemudian mengambil keputusan berdasarkan data yang dimiliki.

 

Pada tahun 1985-1993, Apple Inc., dipimpin oleh Chief Executive Officer, John Sculley, memiliki banyak komite untuk menjalankan inisiatif perusahaan, sehingga menyebabkan Apple sulit untuk mengambil keputusan sesuai kebutuhan pasar. Setelah Steve Jobs kembali menjadi CEO Apple, Steve Jobs menghilangkan 4000 manajer madya (menengah) untuk menurunkan waktu pengambilan keputusan.

 

Kecepatan

 

Kecepatan yang dimaksud adalah kemampuan untuk mengimplementasikan keputusan yang diambil secara cepat. Zara, retailer pakaian dari Spanyol ,terkenal dengan kualitas kecepatan Supply Chain nya karena mampu mengeluarkan 10.000 desain pakaian baru setiap tahun.

 

Fleksibilitas

 

Fleksibilitas merupakan kemampuan untuk memodifikasi operasional sesuai kebutuhan. Sebuah artikel di harian New York Times terbitan tahun 2012 menjelaskan bagaimana Supply Chain Agility Apple memungkinkan Apple untuk merubah desain iPhone, hanya satu minggu sebelum jadwal rilis, dan satu bulan sebelum iPhone diletakkan di toko. Pada kesempatan tersebut, Steve Jobs mewajibkan setiap iPhone memiliki layar anti gores. Tantangan yang dihadapi Apple saat itu adalah mendesain ulang iPhone dan memproduksinya kembali dengan cepat, dengan tetap memperhatikan kualitas. Kebutuhan ini bergantung pada fleksibilitas perusahaan manufaktur Foxconn dan bagusnya komitmen fleksibilitas tersebut telah diatur dalam kontrak elektronik antara Apple dan semua rekanan pemasoknya.

 

Disadur dan diperbarui dari:
- https://www.supplychainquarterly.com/topics/Strategy/20151022-the-five-dimensions-of-supply-chain-agility/
- https://www.investopedia.com/terms/s/supplychain.asp
- http://www.infosysblogs.com/supply-chain/2012/02/supply_chain_agility_-_is_it_f.html

 

[Customer Experience]

Recent Article

SCA
23 Nov 2018

Supply Chain Agility

Supply Chain merupakan hubungan kerjasama antara perusahaan dengan rekanan penyedia pasokan dalam memproduksi dan mendistribusikan suatu produk. Supply Chain merupakan rangkaian tahapan kerja mulai dari pengadaan, produksi, hingga pendistribusian sampai barang diterima oleh konsumen.

Read More