NetApp 29 November 2019

DevOps – Know Before You Go

DevOps NetApp

Hal-hal yang harus Anda ketahui sebelum memulai perjalanan DevOps


Mengikuti perkembangan jaman dan inovasi sekarang bisa dibilang tidak mudah. Terkadang, rencana lima tahun yang sudah ada bisa berubah menjadi rencana 3 tahun yang masih bisa berubah. Kita harus bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan ini. Kecepatan adalah ukuran baru dan organisasi harus dapat bergerak dengan cepat untuk bisa menghadirkan layanan baru yang dapat mendorong bisnis dan tentunya dapat bersaing dengan kompetitor.


Untuk mendapat jawaban tersebut, menerapkan budaya dan proses kerja DevOps bisa jadi jawaban untuk dapat bersaing. Konsep DevOps yang seringkali dipahami cenderung fokus pada aspek budaya delivery TI: memecah kotak-kotak dalam tim dan mendorong kolaborasi seluruh organisasi untuk mencapai tujuan bersama.


Organisasi yang menerapkan DevOps harus dapat mempelajari peran baru, ekspektasi baru, dan mengadopsi kecepatan baru. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mungkin bisa diperhatikan ketika menerapkan DevOps bagi perusahaan dari NetApp Indonesia:


  1. Menentukan motivasi
    Cara terbaik untuk memulai adalah menentukan motivasi Anda menerapkan DevOps. Mungkin ada banyak alasan untuk pindah ke metodologi DevOps, termasuk mempercepat pengiriman fitur baru, mengurangi biaya pengiriman dan pemeliharaan, meningkatkan kualitas, atau membuat keputusan dengan menerapkan metrik. Tentukan motivasi yang paling penting bagi penerapan DevOps Anda sebelum memulai perjalanan ini.


  2. Komunikasikan motivasi tersebut kepada tim
    Sebagai sebuah tim, penting bagi mereka untuk dapat mengetahui tujuan bersama sehingga penerapan sistem baru dapat diterima dan dimengerti dengan baik. "DevOps" adalah istilah yang luas, sehingga Anda dapat dengan mudah terganggu apabila tidak ada komunikasi yang lancar. Tidak dapat dihindari, mengubah cara tim mengirim dan mengoperasikan produk apa pun pada awalnya akan menimbulkan biaya dan mungkin mengubah peran orang. Dengan komunikasi yang baik, semua tim dapat terinformasi dengan hal-hal yang ingin dicapai bersama dan kolaborasi akan terasa lebih lancar dan berjalan baik.


  3. Siap menghadapi perubahan
    Salah satu praktik umum dari komunitas DevOps satu tim bertanggung jawab atas pengembangan dan operasi, dan praktik kerja dapat berubah. DevOps merupakan sebuah konsep yang luas, sehingga hal ini memungkinkan Anda untuk terganggu dengan beberapa pilihan lainnya. Tidak dapat dihindarkan bahwa dengan mengubah cara tim mengirim dan mengoperasikan sebuah produk dapat menimbulkan biaya dan juga penggantian peran. Dengan komunikasi yang lebih baik, seluruh tim bisa mendapatkan informasi apa saja yang ingin mereka capai bersama dan kolaborasi akan berjalan dengan baik.


  4. Mempersiapkan tantangan teknikal
    DevOps yang terutama merupakan perubahan budaya, keterampilan teknis tertentu dapat membantu memfasilitasi transisi misalnya keterampilan integrasi dan otomasi infrastruktur seperti Jenkins, Chef dan Ansible. Jadi, pastikan tim Anda juga dibekali dengan pelatihan memadai. Misalnya di tim Cloud Analytics di NetApp, kami menggunakan Atlassian’s JIRA dan Confluence products, karena hal ini memberikan kolaborasi dan kebudayaan real time untuk komunikasi yang dibutuhkan dalam penerapan DevOps.


  5. Teknologi merupakan sarana, bukan hasil akhir
    DevOps difasilitasi oleh beberapa tools. Oleh karena itu, DevOps bukan merupakan hasil akhir. Satu kesalahan umum dalam hal ini adalah percaya bahwa hanya alat-alat saja yang akan mengubah kebiasaan, perilaku dan praktik buruk. Tidak masalah apakah Anda menggunakan Ansible atau Chef, Confluence, atau SharePoint. Jalur terbaik Anda untuk mencapai tujuan Anda adalah melalui peningkatan komunikasi dan otomatisasi jika memungkinkan, dibandingkan mengadopsi teknologi tanpa memperhatikan konteks pekerjaannya.


Sekarang, tim infrastruktur semakin kecil dan tim pengembangan aplikasi berkembang. Sangat penting bagi organisasi untuk berinvestasi dalam mengembangkan layanan mikro di sekitar aplikasi lama mereka, untuk menutupi komponen yang sudah tertanam lama dan menciptakan layanan yang memajukan bisnis mereka. Mereka juga perlu mengadopsi pola pikir yang berpikiran maju. Memahami lanskap DevOps merupakan tahap awal yang baik, namun sangat penting untuk dapat mengikuti dengan kecepatan yang terjadi. Organisasi harus cukup gesit untuk berinvestasi dalam budaya DevOps di masa depan dengan bergerak menuju pengalaman hybrid multicloud.


Di NetApp, kami mengantarkan pengalaman DevOps yang konsisten dan seamless di berbagai on-premises, baik itu private maupun public cloud sehingga menawarkan kesempatan bagi perusahaan untuk bekerja dalam lingkungan hybrid multicloud yang dirancang untuk mempercepat pengembangan aplikasi dan memperlancar pipeline mereka. NetApp menawarkan nilai unik di seluruh kapabilitas yang kami percaya memberdayakan tim untuk berkembang dengan cara yang benar. Tim dapat mencapai tingkat inovasi yang tepat, dengan kecepatan tuntutan bisnis mereka.

 


Penulis: Ana Sopia, Country Manager, NetApp Indonesia

Recent Article

DevOps NetApp
29 Nov 2019

DevOps – Know Before You Go

Mengikuti perkembangan jaman dan inovasi sekarang bisa dibilang tidak mudah. Terkadang, rencana lima tahun yang sudah ada bisa berubah menjadi rencana 3 tahun yang masih bisa berubah.

Read More