Business Intelligence Digital Business Platform 28 January 2020

Bagaimana Para Pemimpin Industri Menggunakan RPA untuk Menarik dan Mepertahankan Sumber Daya Manusia

20200127_Newsletter UiPath 5 Feb 2020

Tenaga kerja millennial saat ini tidak cukup toleran dengan pekerjaan manual dan berulang. Kandidat millennial membutuhkan pekerjaan yang mendukung mereka untuk berkembang. Standard yang tinggi ini merupakan tantangan bagi perusahaan ketika menarik kandidat yang dibutuhkan. Kandidat millennial membutuhkan kesempatan untuk berinovasi disamping manfaat seperti gaji dan bonus. Saat ini, perusahaan perlu memprioritaskan kepuasan karyawan seperti kepuasan konsumen.

 

Robotic Process Automation (RPA) merupakan salah satu cara untuk menarik minat kandidat millennial. RPA membantu mengerjakan pekerjaan berulang sehingga karyawan bisa lebih fokus dengan pekerjaan yang lebih strategis.

 

Kandidat dari berbagai universitas telah dilengkapi dengan skill set yang inovatif dan kreatif. Namun, ketika memasuki dunia kerja, banyak karyawan yang mengerjakan pekerjaan dibawah pendidikan dan kemampuan yang mereka miliki. Hal ini merupakan salah satu hal yang menyebabkan rendahnya tingkat kepuasan kerja. Berdasarkan survei Global Millenial yang dilakukan Deloitte, hanya 40% kandidat millennial puas dengan pekerjaannya.

 

Ketika kandidat millennial tidak merasa tertantang untuk menggunakan kemampuannya atau belajar hal baru untuk pekerjaan yang penting, mereka akan pergi. Perusahaan yang ingin mempekerjakan karyawan terbaik dan tercemerlang perlu memberikan pekerjaan yang mendukung perkembangan karyawan dan mengotomasi pekerjaan berulang.

 

Karyawan millennial juga membutuhkan ruang untuk mengemukakan pendapat dan jika diolah dengan baik, perusahaan akan mendapat manfaat dari ide yang dikemukakan karyawan millennial. Strategi pendekatan otomasi bottom-up mendukung otomasi jangka panjang dan realisasi ide-ide baru. Menurut survei yang dilakukan Forrester Consulting, 66% perusahaan mengatakan RPA membantu me-reorganisasi workflow sehingga perusahaan bisa membangun interaksi yang lebih kolaboratif. 

 

Iklim kolaboratif baik untuk moral karyawan, meningkatkan skalabilitas, dan profitabilitas serta salah satu kunci strategi otomasi yang sukses. Pada studi yang dilakukan tahun 2017 oleh Stanford University, perusahaan yang berhasil membangun suasana kolaboratif mendapati karyawannya lebih fokus mengerjakan tugas atau proyek sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik.

 

Para pemimpin bisnis juga menyadari, tidak cukup hanya dengan menarik minat kandidat yang baik, tetapi harus memberikan alasan bagi kandidat untuk bertahan. Salah satu cara terbaik adalah dengan berinvestasi untuk pengembangan kemampuan karyawan.

 

Pada era otomasi, hal ini berarti memberikan pelatihan tambahan dan memastikan karyawan memiliki kemampuan untuk bekerja dengan robot. Hal ini sejalan dengan transformasi digital perusahaan.

 

 

Studi yang dilakukan Gallup juga menunjukkan kandidat millennial sangat mengharapkan kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih dari angkatan sebelumnya. Hasil studi menunjukkan hanya 39% responden sangat setuju, apa yang mereka pelajari membantu mereka untuk lebih baik. Pada proses transformasi digital perusahaan, keinginan untuk belajar akan memberi manfaat bagi semua orang.

 

Secara keseluruhan, reskilling membantu karyawan untuk lebih sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan, merasa kebutuhannya terpenuhi, mendukung kerja sama tim, dan membuat perusahaan lebih kompetitif.

 

 

PT. Mitra Integrasi Informatika Berkolaborasi dengan UiPath

 

 

Disadur dan diperbarui dari:

Recent Article

20200127_Newsletter UiPath 5 Feb 2020
28 Jan 2020

Bagaimana Para Pemimpin Industri Menggunakan RPA untuk Menarik dan Mepertahankan Sumber Daya Manusia

Tenaga kerja millennial saat ini tidak cukup toleran dengan pekerjaan manual dan berulang. Kandidat millennial membutuhkan pekerjaan yang mendukung mereka untuk berkembang.

Read More