Citrix 22 May 2020

Aktifitas Remote Office Saat Work From Home

20200512_CitrixWFH

Selama beberapa minggu terakhir,Hampir seluruh bisnis mengalami jungkir balik. Dalam sekejap mata, pekerjaan jarak jauh tidak lagi sekadar berupa percobaan atau ekspektasi, tapi telah berubah menjadi persyaratan penting. Citrix melakukan survei dengan OnePoll terhadap 2.000 pekerja kantor di Amerika Serikat yang saat ini bekerja dari rumah karena wabah COVID-19 tentang mengenai pendapat mereka terhadap situasi yang tengah terjadi. Pada situasi work from home, walaupun terdapat beberapa hambatan kecil seperti penyesuaian kamar tidur menjadi kantor, keriuhan suara anak-anak dan hewan peliharaan menginterupsi virtual meetings, kabar baiknya adalah mayoritas pekerja kantor yang disurvey ini menunjukkan ketekunan dan tekad, untuk tetap produktif dan focus dalam bekerja.

Hasil survey menunjukkan, 38% pekerja mengatakan bahwa organisasi mereka "sepenuhnya" telah siap untuk pekerjaan jarak jauh, dengan teknologi dan infrastruktur yang telah siap tersedia, dan selebihnya 45% menyatakan bahwa mereka siap dengan seadanya.

Pada kenyataannya, peralihan mekanisme bekerja dari kantor menjadi dari rumah memiliki  aspek tantangan teknologi. Home broadband dan Wi-Fi merupakan komponen masalah utama yang dialami oleh sepertiga responden survei. Ini diikuti dengan isu lainnya meliputi protokol keamanan yang ketat, tidak tersedianya teknologi single sign-on pada sebanyak 33% responden, frustasi akibat penggunaan beberapa layanan conference yang beragam (62%), permasalahan akses ke aplikasi (23%) dan akses VPN yang lambat (16%).

Hasil survey juga menunjukkan bahwa 24% pekerja profesional ini bangun pagi di waktu yang sama dengan jadwal pada saat mereka masih berangkat ke kantor, sebanyak 25% tidur lebih lama, dan 22% lainnya berlambat-lambat untuk bangun pagi. Kebiasaan pagi juga mengalami perubahan, sebanyak 34% responden menyatakan langsung mandi pagi, dan 26% responden menata rambut dan mengenakan make up sebelum meeting online. 25% responden mengakui hanya mengenakan pakaian rumah atau pakaian tidur pada saat bekerja, dan sebanyak 24% mengenakan pakaian olahraga.

Penting bagi para pekerja untuk menemukan ritme rutinitas untuk menjadi pola kebiasaan baru. Kajian survey menunjukkan bahwa 25% responden bisa bekerja dengan focus dari rumah dan bekerja lebih cepat dengan rutinitas baru yang dimiliki, dan sebesar 27% responden merasa senang bekerja dari rumah karena dapat terhindar dari politik kantor dan obrolan tidak produktif.

Dengan kebiasaan dan lingkungan baru dalam beekrja, para pekerja profesional ini memiliki waktu istirahat kerja lebih lama, yaitu secara rata-rata 31.81 menit, dibandingkan durasi pada saat beristirahat di kantor yaitu 27.89 menit. Selama durasi istirahat sejenak tersbeut, waktu dimanfaatkan untuk mengakomodir kebutuhan keluarga, seperti membantu project home-schooling atau menghibur anak-anak.

Memiliki teknologi yang tepat untuk bekerja dari jarak jauh merupakan hal penting untuk sekarang ini, namun menciptakan ruang fisik untuk bekerja sama pentingnya. Sementara beberapa perusahaan sudah memiliki infrastruktur yang mendukung implementasi home office, ada juga kelompok pekerja yang tidak siap harus berbagi lingkungan rumah mereka dengan berbagai kebutuhan lainnya. Sebagai contoh, survey meunjukkan bahwa 64% responden berbagi ruangan rumah mereka dengan pasangannya, 56% responden berbagi ruangan rumahnya dengan anak berusia tiga hingga 12 tahun, 28% responden memiliki bayi di bawah usia dua tahun, dan 41% responden memiliki remaja.Hanya 5% responden yang hidup sendiri, tidak berbagi area rumah dengan siapapun.

Tidak semua orang terbiasa dengan teknologi atau etiket kerja jarak jauh, itulah mengapa muncul beberapa pengalaman lucu dan “tidak biasa”. Survei menunjukkan bahwa 44% pekerja tidak sadar telah masuk ke meeting room online degan kamera terpasang aktif, sehingga rekan kerja di seberang sana bisa melihat mereka masak, melakukan pekerjaan rumah tangga, berolahraga, atau beraktivitas di kamar mandi. Sejumlah pekerja juga lupa mengaktifkan tombol “mute” sehingga pembicaraan pribadinya terdengar atau suaranya menimbulkan suara berisik di dalam meeting room online. Sebanyak 29% responden menginfokan bahwa hewan peliharaan atau anaknya telah ikut muncuk di dalam kamera meeting online.

Hasil survey juga menunjukkan bahwa bercampurnya kehidupan kerja dan pribadi di rumah  telah memunculkan rasa tidak nyaman tersendiri. Sebanyak 36% responden merasa frustasi akibat work from home selama pandemi COND-19, sebesar 30% lainnya merasa tidak dapat fokus karena jumlah orang di rumah cukup banyak, dan 28% responden merasa kesepian akibat social distancing.

Ini merupakan masa-masa penuh tantangan. Untuk melaluinya dengan baik, penting bagi Organisasi dan Pekerjanya untuk menyikapi situasi ini secara positif dan mengeksplorasi segala opsi dan kesempatan mengenai apa yang ingin dicapai melalui kerja jarak jauh dari rumah. Apabila kita jujur dan realistis mengenai apa yang dapat kita capai dalam satu hari, kita dapat membangun kepercayaan diri pada diri kita untuk tetap produktif dan fokus dalam bekerja.

Sebagai penutup, survey juga menunjukkan bahwa 37% responded berpikir bahwa organisasi kantornya akan lebih terbuka dan mengadopsi metode work from home di masa depan, dan 32% responden menyatakan ingin lebih sering melakukan work from home.

Dengan menyediakan fasilitas teknologi yang tepat, perusahaan dan karyawan dapat melihat prospek positif dan menjalani metode kerja jarak jauh secara kondusif.

Metode beekrja dari rumah, tetap produktif, dan upaya memberdayakan karyawan merupakan focus prioritas di benak banyak pelaku bisnis saat ini.

 

PT. Mitra Integrasi Informatika berkolaborasi dengan Citrix

 

Disadur dan diperbarui dari:

             https://www.citrix.com/blogs/2020/04/16/embracing-the-new-normal-of-working-from-home/

Recent Article

20200512_CitrixWFH
22 May 2020

Aktifitas Remote Office Saat Work From Home

Selama beberapa minggu terakhir,Hampir seluruh bisnis mengalami jungkir balik. Dalam sekejap mata, pekerjaan jarak jauh tidak lagi sekadar berupa percobaan atau ekspektasi, tapi telah berubah menjadi persyaratan penting. Citrix melakukan survei dengan OnePoll terhadap 2.000 pekerja kantor di Amerika Serikat yang saat ini bekerja dari rumah karena wabah COVID-19 tentang mengenai pendapat mereka terhadap situasi yang tengah terjadi. Pada situasi work from home, walaupun terdapat beberapa hambatan kecil seperti penyesuaian kamar tidur menjadi kantor, keriuhan suara anak-anak dan hewan peliharaan menginterupsi virtual meetings, kabar baiknya adalah mayoritas pekerja kantor yang disurvey ini menunjukkan ketekunan dan tekad, untuk tetap produktif dan focus dalam bekerja.

Read More