Web Methods Digital Business Platform 12 November 2019

Semakin Unggul dengan Digital Bank

Bank BTPN

Mengubah hidup berjuta masyarakat Indonesia menjadi Visi Bank BTPN. Salah satu cara yang ditempuh dengan memperkuat pelayanan perbankan berbasis digital.

Kemajuan teknologi yang sejalan dengan meningkatnya pengguna telepon pintar mendorong sektor perbankan mengeluarkan layanan internet banking dan mobile banking. Layanan perbankan berbasis teknologi informasi selain memberi kemudahan dalam melakukan berbagai transaksi keuangan, juga bertujuan memberi kemudahan masyarakat Indonesia untuk mengakses layanan perbankan.

Semangat dalam memudahkan mengakses layanan perbankan untuk masyarakat didasari berbagai temuan di mana mayoritas populasi penduduk Indonesia, masih belum tersentuh layanan perbankan. Temuan ini cukup membuat miris mengingat Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di Asia dengan jumlah penduduk yang banyak.

Pelayanan perbankan berbasis digital dimanfaatkan dengan baik oleh Bank BTPN dengan meluncurkan aplikasi life finance bernama Jenius. Produk terbaru dari Bank BTPN ini berhasil menarik perhatian digital savvy, khususnya kaum muda di Indonesia. Dalam rentang waktu tiga bulan sejak diluncurkan pada akhir 2016 lalu, tercatat 85.000 akun baru telah menjadi nasabah Bank BTPN melalui Jenius. Kehadiran digital banking ini membantu mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Pada awal pendiriannya, bank yang didirikan di Bandung, Jawa Barat pada 1958 ini bernama Bank Pegawai Pensiunan Militer (Bapemil). Memperoleh izin sebagai bank komersial pada 1960, Bapemil melayani masyarakat berpendapatan rendah seperti pensiunan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta komunitas produktif prasejahtera (mass market). Pergantian nama dari Bapemil menjadi Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) terjadi pada tahun 1986.

BTPN mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2008. Dalam penawaran umum saham perdana (IPO) di BEI, BTPN melepas 71,6 persen saham kepada TPG Nusantara S.a.r.l dan menjadikan bank ini dengan nilai aset mencapai Rp13,7 trilyun. Dengan pendanaan baru yang didapat dari penjualan saham, BTPN melakukan berbagai inovasi bisnis untuk melengkapi portofolio layanan perbankan pensiunan yang telah dirintis sejak awal pendiriannya.

Setelah diakuisisi oleh TPG Nusantara S.a.r.l, BTPN meluncurkan unit bisnis yang berfokus pada pelayanan pelaku usaha mikro pada 2009. Mengusung nama BTPN Mitra Usaha Rakyat, unit bisnis ini berkembang pesat hanya dalam waktu satu tahun. Hal ini terlihat dengan dibukanya 539 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Pertumbuhan kredit mitra usaha rakyat mencapai angka Rp2,3 trilyun di akhir tahun.

Inovasi bisnis yang dilakukan BTPN dengan menghadirkan layanan baru ternyata ampuh dalam mendongkrak kemajuan perusahaan. Tak butuh lama bagi BTPN untuk menempatkan diri sebagai bank peringkat ke-5 dalam jumlah cabang, peringkat ke-6 dalam jumlah karyawan, dan peringkat ke-10 terbesar dalam kapitalisasi pasar di Indonesia.

Sejumlah produk baru seperti Daya dan Sinaya diluncurkan BTPN pada 2011. Kehadiran Daya bertujuan melengkapi layanan Mitra Usaha Rakyat yang sudah diluncurkan dua tahun sebelumnya. Daya merupakan program pemberdayaan berkelanjutan yang menyasar pangsa pasar komunitas produktif prasejahtera. Sedangkan Sinaya merupakan program pendanaan yang terintegrasi dengan inisiatif Daya. Menyadari semakin pesatnya pertumbuhan serta semakin meningkatnya jumlah nasabah yang dilayani, BTPN meningkatkan pelayanannya dengan menambah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) PRIMA dan jaringan ATM Bersama.

Pada tahun yang sama, uji coba bisnis perbankan komunitas syariah berhasil dirampungkan BTPN. Dengan nama BTPN Syariah – Tunas Usaha Rakyat, BTPN memperluas cakupan pelayanannya kepada masyarakat yang menginginkan uang mereka dikelola melalui manajemen berbasis syariah. Pertumbuhan pelayanan perbankan dengan metode syariah ini terbilang sangat pesat. Hingga akhir 2012, BTPN telah dipercaya oleh 28.927 sentra komunitas yang tersebar di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur dan memberdayakan 444.000 nasabah.

Power By Digital

Bank BTPN menghadirkan layanan perbankan yang mampu diakses menggunakan telepon genggam setelah berhasil melakukan uji coba mobile banking pada 2012. Pada awal 2013, BTPN meluncurkan BTPN Wow!

Senapas dengan tujuan Bank BTPN untuk memberikan makna lebih dalam hidup rakyat Indonesia, kehadiran BTPN Wow! bertujuan membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum terlayani industri perbankan. Layanan perbankan yang praktis dan terjangkau serta dapat diakses melalui telepon genggam merupakan bagian dari program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank BTPN merupakan salah satu dari tujuh bank yang dipilih OJK untuk memberikan pelayanan keuangan tanpa cabang (branchless bank).

IT Integration Service Solution Head Bank BTPN, Joko Kurniawan menjelaskan, BTPN Wow! diperuntukkan untuk masyarakat kelas ekonomi ke bawah dengan wilayah cakupan pelayanan hingga pelosok-pelosok desa. Hal ini dilakukan untuk menjangkau mass market di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk mengakses layanan ini tidak dibutuhkan telepon pintar. Dengan menggunakan telepon genggam jaringan GSM dan 2G, masyarakat bisa mendaftar sekaligus menggunakannya.

“Untuk mengakses BTPN Wow! tidak membutuhkan teknologi yang high end, bisa digunakan dengan USSD platform, seperti aktivitas mengecek pulsa. Layanan ini bebas pulsa. Nasabah tidak dikenakan pemotongan pulsa untuk mengakses layanan ini,” ujar Joko.

Dengan menggunakan layanan ini, transaksi perbankan seperti pembukaan rekening, mengecek saldo, melakukan peminjaman, setor, dan tarik tunai, dapat dilakukan hanya dengan telepon genggam sederhana. BTPN Wow! juga dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi keuangan seperti membayar tagihan listrik dan membayar tagihan kendaraan bermotor. Bahkan masyarakat yang memiliki uang tunai dan ingin menabung tidak perlu mendatangi kantor cabang BTPN. Cukup dengan mendatangi agen BTPN Wow!

Direktur Utama Bank BTPN pada masa itu, Jerry Ng menyempurnakan visi dan misi Bank BTPN dengan menambahkan Power By Digital. Tren sektor perbankan sudah mengarah kepada digital bank atau branchless bank. Melalui produk-produknya, Bank BTPN sedang mengarah ke pelayanan keuangan tanpa kantor dengan menggunakan produk-produk digital bank. Saat ini BTPN memiliki dua produk untuk pelayanan keuangan tanpa kantor: BTPN Wow! dan Jenius.

Berbeda dengan BTPN Wow! yang ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, Jenius dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang melek terhadap perkembangan digital (digital savvy). Calon pengguna yang ingin mendaftar Jenius tidak perlu mendatangi kantor cabang Bank BTPN. Setelah mengunduh aplikasi Jenius dan melakukan registrasi secara online, proses Know Your Customer Principle (KYC) dapat dilakukan dengan melakukan perjanjian tatap muka dengan petugas Jenius atau melalui remote KYC dengan video call.

Tiga tahun sejak diluncurkan, pengguna Jenius mencapai lebih dari 1.6 juta nasabah. Kelebihan yang ditawarkan aplikasi life finance ini selain memudahkan transaksi keuangan seperti cek saldo, mutasi rekening, transfer, pembelian pulsa, dan token listrik melalui telepon genggam, Jenius dilengkapi dengan fitur manajemen keuangan. Terdapat tiga fitur yang akan membantu penggunanya dalam mengelola keuangannya, Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver.

“Jenius memungkinkan nasabah melakukan personalize seperti mengatur limit transaksi. Fitur Dream Saver membantu nasabah mewujudkan keinginannya dengan mengeset di angka tertentu, otomatis simpanan akan didebit setiap hari hingga dana terkumpul,” kata Joko.

Tulang Punggung Produk Digital Bank  BTPN
Bank BTPN menggunakan banyak teknologi untuk mengembangkan produk-produk digitalnya tersebut. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Joko, yang menjadi backbone-nya adalah middleware webMethods dari Software AG.

webMethods digunakan untuk mengintegrasikan channel dengan back end yang ada di Bank BTPN seperti core banking, card management system, switching, dan data warehouse. Dengan platform pengintegrasian dari WebMethods Software AG ini, Bank BTPN dapat menghubungkan sistem dan aplikasi di seluruh kantor cabang sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah di seluruh Indonesia.

Penggunaan webMethods sebetulnya sudah dilakukan Bank BTPN sejak tahun 2012 dengan menggandeng Software AG untuk membantu mengembangkan produk digital bank. Namun, seiring perkembangan teknologi dan perubahan yang semakin cepat membuat Bank BTPN memutuskan untuk meng-upgrade webMethods-nya dari versi 9.6 ke versi 10 pada 2016 lalu. Dalam versi terbaru ini, Software AG memperkenalkan microservices runtime atau Digital Business Platform (DGB) yang sangat sesuai dengan kebutuhan produk digital Bank BTPN.

Menurut Joko, pengalaman Bank BTPN dengan Software AG selama ini berjalan sangat baik. Selaku principle dari webMethods yang digunakan, Bank BTPN melihat upaya Software AG untuk terus meningkatkan layanannya. Hal ini terlihat dengan improvement di versi 10.03 yang terjadi efisiensi dari penggunaan memory dan size daripada runtime.

Dengan memanfaatkan webMethods Microservices Container, infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki Bank BTPN semakin kokoh sehingga pelayanan transaksi keuangan secara real time melalui mobile banking dapat berjalan optimal. Manfaat lainnya dengan pengintegrasian sistem di internal perusahaan dapat menurunkan biaya operasional kantor cabang. Rasio kesalahan pun secara langsung menurun sebab semua dilakukan secara otomasi, minor intervensi dari manusia.

Versi terbaru webMethods yang dirilis Sofware AG memungkinkan Bank BTPN menggabungkan unit development dan unit operation (DevOps) ke dalam satu unit. Manfaat yang didapat dengan diimplementasikannya DevOps adalah berhasil menghapus staging di dalam perusahaan sehingga mempercepat pelayanan kepada nasabah.

Era digital khususnya produk digital bank mengubah cara pandang konsumen dalam melihat pelayanan perbankan. Senada dengan perubahan cara pandang tersebut, industri perbankan harus bisa meningkatkan pelayanan agar dapat memenuhi kebutuhan konsumennya. Joko menilai, saat ini sektor perbankan dituntut untuk melakukan semua pelayanan serba cepat karena mengejar value konsumen. Terhambatnya pelayanan kepada konsumen yang disebabkan birokrasi sama saja menghambat value kepada nasabah.

Dari sisi konsumen, Joko mengatakan, manfaat dari menggunakan webMethods dari Softaware AG sebagai tulang punggung sistem digital Bank BTPN, memang tidak dapat dirasakan secara langsung oleh nasabah. “Tapi, dengan sistem yang prima, kami bisa membantu nasabah dengan menyediakan fitur-fitur yang memiliki keandalan, cepat, dan availibility-nya tinggi,” jelas Joko.

 Dalam proses pengimplementasian webMethods dan DevOps ini, Bank BTPN menggandeng PT Mitra Integrasi Informatika (MII), salah satu entitas anak Metrodata Group. Joko sampaikan, terpilihnya MII sebagai partner dalam melaksanakan implementasi ini tidak terlepas dari pengalaman Bank BTPN bekerja sama dengan Metrodata Group, yang menurutnya selalu berlangsung dengan sangat baik.

Joko mengatakan selama proses implementasi, pihak MII memberikan pendampingan yang cukup berarti. Termasuk ketika proses implementasi telah selesai sepenuhnya.

Permasalahan:

  1. Banyak masyarakat yang belum terlayani industri perbankan.
  2. Pembukaan rekening baru masih dilakukan di kantor cabang.
  3. Layanan konvensional dirasa lambat sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan nasabah yang ingin serba cepat.

Solusi

Menggunakan webMethods Software AG memperkokoh infrastruktur teknologi informasi dan meningkatkan pelayanan produk digital Bank BTPN kepada nasabah.

Manfaat yang Didapat:

  1. Meningkatnya pengguna layanan perbankan.
  2. Pembukaan rekening dapat dilakukan melalui telepon genggam.
  3. DevOps mempercepat pelayanan kepada nasabah.
  4. Meminimalisir terjadinya kesalahan karena semua dilakukan otomasi.
  5. Nasabah dapat menggunakan fitur yang andal, cepat, dan mudah.

Recent Article

Bank BTPN
12 Nov 2019

Semakin Unggul dengan Digital Bank

Mengubah hidup berjuta masyarakat Indonesia menjadi Visi Bank BTPN. Salah satu cara yang ditempuh dengan memperkuat pelayanan perbankan berbasis digital.

Read More