MII siap membantu bisnis menjadi gesit dan tangguh dengan kekuatan teknologi
Layanan cloud publik yang aman dan dikelola dengan desain berbasis jaringan dan beberapa lapisan keamanan
MII memastikan setiap proyek yang Anda percayakan kepada kami—tidak peduli seberapa kompleksnya—berujung pada kesuksesan hasil implementasi
MII mengembangkan metodologi yang terbukti, memberikan pandangan holistik, menangkap lintas batas kerangka kerja
Investasi teknologi yang tepat melindungi dari ancaman yang paling persisten
MII mengelola data dan mengubahnya menjadi wawasan bisnis yang bermakna dan relevan
Menyediakan platform yang dibutuhkan bisnis Anda untuk meraih kesuksesan
Optimalkan dan lindungi infrastruktur hybrid IT di seluruh jaringan infrastruktur
MII membantu Anda menggerakkan dan mengelola inovasi melalui konsultasi, teknis, dan dukungan tingkat perusahaan
Pelatihan IT dengan standar internasional bekerjasama dengan penyedia layanan teknologi terkemuka di dunia
MII memberikan solusi kepada pelanggan mulai dari tahap desain dan POC, konsultasi, implementasi, dukungan, pemeliharaan, layanan dan pelatihan
Lihat SelengkapnyaTemukan use case implementasi teknologi di berbagai industri
Lihat Selengkapnya
PT Mitra Integrasi Informatika (MII) turut menjadi bagian dari Kong Agentic Era World Tour 2026 yang berlangsung pada 23 Juni 2026 di The St. Regis Jakarta.Melalui berbagai sesi presentasi dan diskusi panel, acara ini menghadirkan berbagai perspektif mengenai perkembangan Agentic AI, termasuk tata kelola, keamanan, dan optimalisasi pemanfaatan AI dalam lingkungan enterprise.Dalam kesempatan event World Tour ini, MII turut berpartisipasi aktif mengisi salah satu sesi presentasi yang diwakili oleh Dhavid Gani Setiawan selaku Technical Consulting Manager MII dengan tema ‘Optimizing LLM Token and Securing Private Data with Kong’Terima kasih kepada Kong atas kolaborasi dan kesempatan yang diberikan. Kami berharap dapat terus mendukung pemanfaatan AI yang aman, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan di Indonesia.
Pada Senin, 22 Juni 2026, PT Mitra Integrasi Informatika (MII) menerima kunjungan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk membangun ekosistem Keamanan Informasi, Keamanan Siber, dan Pelindungan Data Pribadi (PDP) di Indonesia. Kunjungan BSSN diwakili oleh: Dwi Destrya Sofiana (Analis Kebijakan Ahli Muda), Mahaputra Giovani Muhammad (Analis Kebijakan Ahli Pertama), Muhammad Abdurrachman (Penata Kelola Hukum dan Perundang-undangan) Sebagai perusahaan solusi teknologi informasi dan digital terkemuka di Indonesia, MII didukung oleh tim konsultan yang kompeten dan berpengalaman di bidang tata kelola teknologi informasi, keamanan informasi, serta keamanan siber. Saat ini, MII memiliki sekitar 40 konsultan profesional, dengan 18 di antaranya telah memiliki sertifikasi Lead Auditor ISO/IEC 27001:2022. Kompetensi tersebut menjadi fondasi bagi MII dalam membantu organisasi membangun sistem keamanan informasi yang efektif, memenuhi persyaratan regulasi, serta meningkatkan ketahanan siber di tengah pesatnya transformasi digital. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan penyampaian profil perusahaan, dilanjutkan dengan pemaparan kapabilitas MII dalam bidang Keamanan Informasi, Keamanan Siber, dan Pelindungan Data Pribadi. Tim MII memperkenalkan berbagai layanan yang telah dikembangkan untuk membantu organisasi meningkatkan ketahanan siber, mulai dari layanan konsultasi, asesmen tingkat kematangan keamanan siber, implementasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), hingga pendampingan pemenuhan regulasi dan standar yang berlaku. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pengenalan divisi “Consulting and Advisory Services”, perkembangan kebijakan keamanan siber nasional, tantangan implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang keamanan siber, hingga pentingnya membangun budaya keamanan informasi yang berkelanjutan di lingkungan organisasi. BSSN menyampaikan rencana penyelenggaraan seminar keamanan siber yang akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta perkembangan regulasi dan teknologi di bidang keamanan siber. Selain itu, BSSN juga menyampaikan bahwa saat ini semakin banyak organisasi dan pelanggan yang mensyaratkan kepemilikan Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai salah satu indikator kompetensi dan kesiapan penyedia layanan keamanan siber. Tidak hanya itu, BSSN juga memperkenalkan layanan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang dimiliki serta menyampaikan peluang bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan, sehingga ke depan peningkatan kompetensi dan sertifikasi di bidang keamanan siber dapat diakses lebih luas oleh para profesional maupun pelaku industri. Sebagai perusahaan solusi teknologi informasi dan digital terkemuka di Indonesia, MII berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya ruang siber nasional yang aman, tangguh, dan terpercaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan layanan yang selaras dengan kebijakan dan standar keamanan siber nasional, serta partisipasi aktif dalam mendukung inisiatif pemerintah dalam memperkuat ketahanan digital Indonesia. Sebagai salah satu Lembaga Konsultan di bidang keamanan informasi, MII telah terdaftar di BSSN dan siap berkontribusi dalam penguatan ekosistem Keamanan Informasi, Keamanan Siber, dan Pelindungan Data Pribadi nasional. Selain itu, MII juga didukung oleh implementor yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Implementor BSSN, yaitu Rifki Nugraha, Julian Baja Gunawan, Dede Anda, Tezar Alpha Yohansa, Muhammad Fadly Kurniawan, Reni Indah Hardiyanti, dan Brilliando Afiat Tamara. Dengan kapabilitas yang dimiliki, MII siap menjadi mitra strategis bagi instansi pemerintah maupun sektor swasta dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi, meningkatkan tingkat kematangan keamanan siber, memenuhi kewajiban regulasi, serta membangun ketahanan digital yang adaptif terhadap berbagai ancaman siber yang terus berkembang. Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus mempererat hubungan antara BSSN dan MII. Diharapkan, pertemuan ini dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang dalam mendukung peningkatan kapasitas keamanan siber nasional, memperkuat ekosistem Pelindungan Data Pribadi, serta mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang semakin resilien, berdaya saing, dan terpercaya.
PT Mitra Integrasi Informatika (MII) dengan bangga menerima penghargaan dari F5 pada ajang F5 Partner Connect 2026 Jakarta.FY2025 Distributed Cloud Solution Champions, diterima langsung oleh Ira Santoso, Direktur MII, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi MII dalam mengembangkan solusi Distributed Cloud dan mendorong adopsi teknologi F5 di pasar Indonesia.Tak hanya itu, F5 juga memberikan FY2025 Individual Appreciation Award kepada Riyaldie Pratama Syarif, Product Marketing Representative MII. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai berhasil mendukung pertumbuhan bisnis solusi F5, baik dari sisi teknis maupun non-teknis, serta berkontribusi nyata dalam kolaborasi tim dan pemenuhan kebutuhan pelanggan.Pencapaian ini semakin memperkuat posisi MII dalam mendampingi transformasi digital pelanggan, khususnya di sektor Banking & Financial, Healthcare, dan Education.Terima kasih kepada F5, seluruh tim MII, dan para pelanggan atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin.
Indonesia sedang berada di tengah transformasi ekonomi terbesar dalam satu generasi. Dengan lebih dari 221 juta pengguna internet, ekonomi digital yang diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada tahun 2025, serta ambisi pemerintah melalui peta jalan “Making Indonesia 4.0”, Indonesia tengah berupaya menjadi kekuatan digital utama di Asia Tenggara.Di tengah kebutuhan mendesak akan transformasi digital dan terbatasnya talenta teknis, platform CRM no-code muncul sebagai solusi penting. Di antara berbagai penyedia solusi, Creatio AI CRM menjadi salah satu yang menunjukkan komitmen strategis paling kuat terhadap pasar Indonesia.Perkembangan Global CRM No-CodeSelama bertahun-tahun, perangkat lunak Customer Relationship Management (CRM) identik dengan perusahaan besar yang memiliki anggaran TI tinggi dan waktu implementasi yang panjang. Penyesuaian CRM terhadap proses bisnis memerlukan pengembang, konsultan, dan waktu berbulan-bulan. Ironisnya, pengguna utama seperti tim penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan justru menjadi pihak terakhir yang dapat melakukan perubahan.Platform no-code mengubah kondisi tersebut. Dengan menggantikan proses pemrograman menggunakan editor visual, drag-and-drop, pembangun alur kerja, serta antarmuka berbasis bahasa alami, pengguna bisnis kini dapat melakukan konfigurasi sistem sendiri tanpa harus bergantung pada pengembang.Gartner memperkirakan bahwa 70% aplikasi perusahaan baru akan dibangun menggunakan teknologi no-code atau low-code pada tahun 2026, meningkat dari kurang dari 25% pada tahun 2020. Tren ini bukan lagi sekadar fenomena khusus, melainkan menjadi pendekatan utama dalam pengembangan aplikasi perusahaan, termasuk di Indonesia.Langkah Nyata Creatio di IndonesiaPusat data di JakartaPada awal 2025, Creatio meluncurkan pusat data di Jakarta melalui kemitraan dengan Amazon Web Services (AWS). Kehadiran pusat data ini mengurangi latensi sekaligus membantu perusahaan memenuhi kebutuhan penyimpanan data di dalam negeri sesuai regulasi yang berlaku.Kehadiran melalui acaraRangkaian acara No-Code Days: Age of AI 2025 yang diselenggarakan di 12 kota dunia turut menghadirkan Jakarta sebagai salah satu lokasi utama bersama Boston, London, Sydney, dan Dubai. Hal ini menunjukkan komitmen Creatio dalam membangun komunitas no-code di Indonesia.Ekosistem mitra lokalCreatio menjalin kemitraan strategis dengan PT Mitra Integrasi Informatika (MII) untuk menghadirkan solusi workflow automation dan CRM di Indonesia. MII juga menjadi satu-satunya Platinum Sponsor pada No-Code Day Jakarta 2025, yang merupakan satu-satunya penyelenggaraan acara tersebut di Asia.Dukungan Bahasa IndonesiaAntarmuka Creatio telah tersedia dalam Bahasa Indonesia sehingga mempermudah adopsi pengguna lokal dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap lokalisasi.Peluang Citizen DeveloperKonsep citizen developer, profesional bisnis yang mampu membangun dan menyesuaikan solusi teknologi tanpa keahlian pemrograma, sangat relevan bagi Indonesia. Dengan platform no-code seperti Creatio, para profesional dapat mengubah pengetahuan bisnis menjadi solusi digital secara mandiri.Lapisan AI sebagai PembedaSaat ini baru sekitar 35% perusahaan di Indonesia yang telah mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis, dibandingkan rata-rata global sebesar 60%. Kendala utamanya bukan pada visi, melainkan kapasitas implementasi.Creatio mengintegrasikan AI langsung ke dalam platform CRM dan workflow. AI Assistant membantu karyawan bekerja lebih cepat, sementara AI Agent mampu menjalankan proses bisnis secara otomatis di bawah pengawasan manusia.Peluncuran Studio Creatio 8.3 'Twin' menghadirkan AI Agent bawaan dengan kemampuan seperti lead scoring, opportunity management, sales forecasting, dan customer segmentation yang dapat dikonfigurasi melalui bahasa alami maupun editor visual.Pendekatan ini memungkinkan perusahaan Indonesia memanfaatkan CRM berbasis AI tanpa harus membangun kapabilitas AI dari nol.Dampak pada Berbagai IndustriJasa Keuangan dan Perbankan: Arsitektur no-code Creatio dapat memangkas waktu implementasi hingga 70% (berdasarkan Nucleus Research), sekaligus memudahkan penyesuaian terhadap regulasi OJK yang terus berkembang.Manufaktur: Mendukung transformasi Industry 4.0 melalui pengelolaan hubungan pelanggan B2B, proses penjualan yang kompleks, serta integrasi operasional produksi, logistik, dan layanan purna jual.Telekomunikasi: Membantu operator mengelola jutaan pelanggan, variasi regional, dan volume interaksi layanan dalam skala besar.Ritel dan E-commerce: Memungkinkan tim pemasaran membangun perjalanan pelanggan omnichannel, segmentasi berbasis AI, dan otomatisasi kampanye tanpa dukungan engineering.Layanan Kesehatan: Mempermudah pengelolaan janji temu, tindak lanjut pasien, dan koordinasi layanan melalui workflow yang dapat dikonfigurasi tanpa pemrograman.PenutupIngin mengetahui bagaimana Creatio AI CRM dan platform workflow Creatio dapat mempercepat transformasi digital organisasi Anda? Hubungi kami melalui : customer.experience@mii.co.id
Kehadiran AI coding assistant di era modern telah mengubah lanskap pengembangan perangkat lunak secara drastis. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan lonjakan produktivitas yang luar biasa. Namun di sisi lain, adopsi yang tidak terkendali melahirkan fenomena baru yang patut diwaspadai: shadow AI yaitu penggunaan alat bertenaga AI tanpa pengawasan resmi dari tim IT dan keamanan. Menurut laporan IBM 2025 Cost of a Data Breach Report, sekitar 20% organisasi mengalami pelanggaran keamanan akibat insiden yang melibatkan shadow AI. Dampaknya pun tidak main-main, insiden ini menambah beban biaya rata-rata hingga $670.000 per pelanggaran. Angka ini diperkuat oleh riset Stanford University yang menemukan bahwa developer yang memanfaatkan asisten AI cenderung menghasilkan kode yang kurang aman, meskipun mereka sangat percaya bahwa kode tersebut sudah aman. Model AI sering kali mereplikasi pola buruk dari data pelatihannya, seperti menyisipkan hard-coded credentials, fungsi redundan, hingga celah injection yang menjadi pintu masuk bagi serangan siber. Menghadapi paradoks produktivitas ini, pendekatan tata kelola kode harus bergeser dari audit manual yang reaktif menjadi proteksi otomatis yang preventif. Melalui sinergi yang diangkat dalam e-book Safeguarding AI-generated code at scale, SonarQube bersama Google Cloud menawarkan standar baru dalam menjaga kualitas kode. SonarQube bertindak sebagai automated guardrail yang menganalisis setiap baris kode baik buatan manusia, AI, maupun open source secara real time langsung di dalam pipeline CI/CD. Dengan fitur quality gates, setiap kerentanan kritis dan code smells akan disaring dan diblokir sebelum masuk ke tahap produksi. Sebagai partner resmi SonarQube di Indonesia, PT Mitra Integrasi Informatika (MII) berkomitmen mendukung perjalanan transformasi digital Anda. Kami siap membantu organisasi Anda membangun sistem tata kelola berbasis policy-as-code. Dengan menyisipkan proteksi ini ke dalam alur kerja developer, inovasi dapat berjalan lebih cepat tanpa harus mengorbankan faktor keamanan dan kepatuhan enterprise.Informasi lebih lanjut hubungicustomer.experience@mii.co.id
Di tengah gelombang transformasi digital yang melanda berbagai industri, perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi tekanan yang semakin besar untuk bergerak cepat. Namun, keterbatasan sumber daya teknologi sering kali menjadi hambatan utama. Creatio AI CRM hadir dengan filosofi no-code yang menawarkan jalan tengah, memungkinkan transformasi digital berjalan nyata tanpa ketergantungan penuh pada tim IT. Sebagai platform CRM dan workflow berbasis AI, Creatio memungkinkan perusahaan mengotomatiskan proses, mengelola hubungan pelanggan, serta menyesuaikan operasional tanpa pengembangan yang kompleks.Mengapa No-Code CRM Relevan bagi Perusahaan di Indonesia"Transformasi digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar perusahaan dapat bertahan di tengah persaingan pasar Indonesia yang semakin ketat."Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa serta ekosistem bisnis yang berkembang pesat di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Makassar. Pertumbuhan ini membawa tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola hubungan pelanggan dalam skala besar, lintas tim, dan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.Selama bertahun-tahun, implementasi CRM konvensional di Indonesia kerap tidak memenuhi ekspektasi. Proyek sering memakan waktu berbulan-bulan, biaya terus meningkat, dan sistem yang dihasilkan cenderung terlalu kaku untuk mengikuti kebutuhan bisnis lokal yang bergerak cepat. Di sinilah paradigma no-code yang dipelopori secara serius oleh platform seperti Creatio menghadirkan perubahan mendasar.No-code bukan sekadar tren teknologi. Ini adalah jawaban praktis atas realitas pasar tenaga kerja Indonesia, yaitu keterbatasan jumlah developer berpengalaman, tingginya biaya pengembangan kustom, serta kebutuhan bisnis yang berubah lebih cepat dibanding kemampuan tim IT dalam merespons.Mempercepat Transformasi Digital yang Sesungguhnya“Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia dan berbagai laporan industri teknologi, Indonesia diperkirakan membutuhkan lebih dari 300.000 tenaga profesional digital pada tahun 2025. Namun, kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan talenta masih sangat besar, terutama di luar Pulau Jawa.Dalam kondisi ini, kemampuan pengguna bisnis untuk membangun dan mengonfigurasi sistem mereka sendiri tanpa harus menunggu antrean pengembangan dari tim IT bukan lagi sekadar keunggulan, melainkan kebutuhan operasional.”Salah satu tantangan terbesar perusahaan di Indonesia adalah kecepatan. Banyak proyek transformasi digital yang direncanakan selesai dalam enam bulan justru molor hingga lebih dari satu tahun. Ketika proyek selesai, kebutuhan bisnis sering kali sudah berubah.Creatio menjawab tantangan ini dengan memungkinkan tim bisnis membangun solusi mereka sendiri. Alih-alih menunggu developer, tim penjualan dan layanan pelanggan dapat dengan cepat membuat workflow, formulir, dan laporan melalui antarmuka drag-and-drop yang sederhana. Pada saat yang sama, agen AI Creatio dapat membantu tim dengan merangkum data pelanggan, merekomendasikan langkah selanjutnya, serta mengotomatiskan keputusan rutin langsung di dalam alur kerja.Ketika tim membangun proses mereka sendiri, pemahaman terhadap sistem menjadi lebih baik dan tingkat adopsinya pun lebih cepat.Di industri yang bergerak cepat seperti e-commerce, perbankan digital, dan logistik, kecepatan ini sangat krusial. Kemampuan memperbarui proses CRM hanya dalam hitungan jam, bukan minggu, memberikan keunggulan kompetitif yang nyata.Mengurangi Ketergantungan pada Departemen ITDi banyak perusahaan Indonesia, tim IT diharapkan mendukung transformasi digital di seluruh lini bisnis. Namun, kapasitas mereka sering kali tidak cukup untuk menangani semua permintaan secara bersamaan.Kondisi ini memicu antrean panjang, prioritas yang tidak selaras, dan frustrasi di kedua belah pihak. Tim bisnis merasa terhambat karena harus menunggu, sementara tim IT kewalahan oleh beban kerja yang tinggi.Platform CRM no-code seperti Creatio membantu memutus siklus ini dengan memungkinkan pengguna bisnis melakukan perubahan secara mandiri, sehingga bottleneck berkurang dan tekanan pada tim IT menjadi lebih ringan.Fleksibilitas untuk Pasar Lokal yang UnikBanyak perusahaan di Indonesia menghadapi masalah serupa saat menggunakan sistem CRM global. Sistem tersebut umumnya dirancang untuk pasar lain, sehingga adaptasi lokal sering kali membutuhkan waktu dan biaya tambahan yang signifikan.Lokalisasi di Indonesia bukan hal sederhana. Sistem harus mendukung Bahasa Indonesia, terkadang juga bahasa daerah, mematuhi regulasi seperti OJK, PDPA, dan DJP, serta menyesuaikan cara kerja bisnis lokal yang sering kali memiliki struktur persetujuan lebih hierarkis dan kebutuhan pelaporan yang khas.Kunci keberhasilannya bukan memilih CRM global yang paling canggih, melainkan memilih platform yang dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan lokal.Pendekatan no-code dari Creatio memungkinkan hal tersebut. Perusahaan dapat menyesuaikan workflow, data, dan proses sesuai cara kerja nyata mereka tanpa mengorbankan fungsionalitas atau menunggu pengembangan yang rumit.Masa Depan CRM di Indonesia: Adaptif, Mandiri, dan Berbasis DataTransformasi digital di Indonesia tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama di setiap perusahaan. Setiap bisnis memiliki tantangannya masing-masing, sehingga solusi yang seragam tidak akan efektif untuk semua. Yang dibutuhkan perusahaan adalah platform yang fleksibel dan mampu berkembang seiring pertumbuhan bisnis mereka.Creatio AI CRM, melalui pendekatan no-code, menawarkan hal tersebut: kemampuan beradaptasi dengan cepat, mengurangi ketergantungan pada tim IT, memudahkan proses lokalisasi, serta menjaga biaya tetap terkendali seiring pertumbuhan bisnis.Pada akhirnya, pertanyaan yang sebenarnya bukan lagi “Apakah kita membutuhkan CRM?”, melainkan “Seberapa cepat CRM kita dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan bisnis?” Di sinilah no-code menjadi lebih dari sekadar fitur, melainkan sebuah keunggulan strategis.Ingin tahu lebih lanjut tentang Creatio dan Solusi AI CRM?Hubungi kami sekarang: customer.experience@mii.co.id